Selasa, 24 November 2009

Menghapus Bid`ah


Soal Bid`ah
Bid`ah : membatalkan amal atau syirik atau kafir?
حَدِيثُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Diriwayatkan daripada Saidatina Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang mengada-ngadakan sesuatu dalam urusan agama yang tidak terdapat dalam agama maka dengan sendirinya ia akan tertolak. Mutafaqun alaihi
Kemudian dari Abdullah Ibn Umar radiyallahu anhuma, nabi saw bersabda
مَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku maka dia bukan termasuk golongan kami.(Ditakhrij Bukhari)
Abdurrahman Ibn Amru As Sulamy dan Hajar Bin Hajar berkata`` kami mendatangi Arbadh Ibn Sariyah. Kami berkata,`` kami ingin menemui berulang-ulang untuk mengambil pelajaran. Kemudian berkata Arbad bahwa suatu kali kami sholat subuh bersama nabi saw. Kemudian beliau menghadap kepada kami dan beliau memberi nasehat kepada kami dengan nasehat yang amat mendalam sehingga banyaklah di antara kami mencucurkan air mata dan hati bergetar. Lalu ada seseorang berkata kepada beliau. Wahai Rasulullah, sepertinya ini nasehat penutupan, lalu apa yang hendak engkau sampaikan kepada kami ?`` kemudian beliau bersabda :
اُصِيْكُمْ بِتَقْوَي اللهِ وَ السَّمَعِ وَالطَّعَةِ وَاِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًا فَاِنَّهُ يَعِيْشُ بَعْدِيْ فَسَيَرَي اِخِتلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ خُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمُهْتَدِيْنَ مِنْ بَعْدِي تَمَسَّكُوْا بِهَا وَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَاِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلاُمُوْرِ فَاِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْ عَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
``Aku menasehatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat sekalipun terhadap seorang budak Habsyi. Sesungguhnya orang-orang yang hidup sepeninggalku akan melihat pertentangan yang banyak. Maka bagi kalian hendaknya mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaur Rasyidiin yang mendapat petunjuk sesudahku. Berpeganglah kamu dengannya dan genggam/gigitlah ia dengan gigi geraham. Dan jauhilah perkara yang baru (dalam agama). Sesungguhnya setiap yang baru adalah bid`ah dan tiap-tiap bid`ah itu adalah menyesatkan (HR. Imam Turmuzi)
Bid`ah artinya mengadakan sesuatu yang baru di dalam agama. Makna inilah yang disepakati oleh seluruh ulama. Sehingga Nabi saw begitu mencelanya dan memberikan lampu merah untuk persoalan ini. Tentu saja, dengan perbuatan bid`ah mengakibatkan agama tersisipi dengan akal pikiran manusia terlebih menjadi bertentangan dengan syariat itu sendiri. Bagian inilah yang sering terjadi yakni bersebrangan dan bertentangan dengan syariat, baik dengan cara menambah-nambah maupun menguranginya. Lawan bid`ah adalah As Sunnah yakni suatu jalan hidup seorang yang beragama selalu mendasarkan pada An Naqli wal atsari (dalil ayatul Qur`an dan perilaku Nabi saw serta para sahabatnya.
Adapun bentuk bid`ah setidaknya terbagi dalam tiga bagian, sbb :
1. bid`ah dalam akidah (keyakinan) berakibat syirik hingga kafir.
2. Bid`ah dalam Ibadah (menjadi tidak sah beramal).
Di antara perkara bid`ah aqidah adalah :
1. Ajaran yang mengatakan bahwa apabila seseorang telah dekat kepada Allah seperti setingkat wali maka baginya tidak ada kewajiban mengerjakan rukun-rukun Islam seperti sholat, puasa, haji, dll. Kalaupun mengerjakannya hanyalah sebagai adab kepada Tuhan.
2. Ajaran yang mengatakan bahwa manusia tidak berhak untuk memilih segala perbuatannya tetapi Allahlah yang menentukannya.
3. Memanggil-manggil nama seseorang (wali-wali yang masih hidup atau telah meninggal, nama nabi-nabi, nama orang tua, dll) dalam berdoa kepada Allah.
4. Beribadah sholat hajat di atas kubur keramat untuk mengambil berkah.
5. Roh manusia dapat bergerak kesana-kemari meskipun mereka telah meninggal dunia untuk menemui atau menolong kerabat dekatnya atau orang yang dikehendakinya. Oleh karenanya ada roh jahat dan ada roh yang baik (bandingkan agama Kong Hucu; kepercayaan leluhur, maupun kaharingan).
6. Manusia dapat bersatu dengan Tuhan.
7. La wujuda illallah (tidak ada yang ada kecuali hanya Allah).
8. Asal kejadian dari Nur Muhammad.
9. Membuat sesaji untuk makhluk gaib agar dapat menolong setidaknya agar tidak mengganggunya.
10. Mandi Tujuh bulan untuk kehidupan bayi.
11. Membuat tambuni disertai pensil, selang, buku, dll
12. Mandi Penganten bersama untuk tujuan kebahagian perkawinan
13. Sholat hajat dimulai dengan takbir panggilan kepada gelar para wali seperti ya autad, ya badal, ya gaus, ya kutubal gaus....agisnaa dst.
Di antara perkara bid`ah ibadah adalah :
1. Puasa mutih (istilah jawa).
2. Berzikir sampai lupa diri.
3. Berzikir HU-HU
4. Beribadah di atas kubur
5. Sholat hadiah.
6. Meyakini membaca syair maulid adalah ibadah.
7. Ritual ibadah syair yang di dalamnya menyebut tentang asal kejadian dari Nur Muhammad.
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْءَانٌ مُبِينٌ(69)
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. (Yasin 69)
Semoga kita terhindar dari kesesatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar