Selasa, 24 November 2009

biaya anministrasi


Biaya dan syarat administrasi
Insya Allah 10 Menit selesai. Terlindungi dari Penganiya- yaan, Perampokan, penjambretan,Menolak/binasa lawan santet/ teluh, pagar benda/rumah, mengobatii diri sendiri maupun menolong mengobati keluarga sendiri, memperkuat iman, &Rezki.

Ingat sistem TDI-Nurullah Tidak pakai zimat,Jin,susuk,Tawasul
Lindungi diri anda dengan aqidah Islam Murni & kalimat Allah
Jarak Jauh via Telepon Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah), kirim bukti rek.Bank BNI Syariah No.0092382253 atau Bank Mega 02-061-00-20-11755-3, sertakan Poto anda, alamat lengkat, telpon rumah dan HP yang dapat dihubungi secara pribadi.
Jika datang sendiri ke alamat,
Paket A : Standard bea hanya Rp.350.000,-(Tiga ratus lima puluh ribu rupiah)
Paket B : Plus kemampuan pengobatan (syifa), bea Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah)
Paket C : Plus miftahur rizki (daya tarik rezki) bea Rp. 950.000,- (sembilan ratus lima puluh ribu rupiah)
Paket D : TDI Program Khusus kuadrat Bea Rp.2.500.000,-(dua juta lima ratus rupiah)
semua memperoleh Bonus buku,CD,boleh konsultasi agama Hk.Islam, waris,fiqh,Tauhid & Tasawuf


d/a.Majlis Ta`lim Nurullah
Jl.Rawasari 18 No.2 Banjarmasin Kalimantan Selatan Telp. 0511-7444447
tiap hari

Kalimat Tauhid


Makna Laa Ilaaha Illallah
MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH

Jika seseorang telah menyatakan dua kalimat syahadat (tidak ada Ilah kecuali Allah), maka wajiblah ia meyakini hal-hal berikut ini :

1. Tidak ada pencipta kecuali Allah

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. 6 Al an am:102)

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

Yang demikian itu adalah Allah, Rabbmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan. (QS. 40 al mukmin :62)

2. Tidak ada yang memberi rizki kecuali Allah

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 11:6)

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu.Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan dari bumi Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)? (QS. 35:3)

3. Tidak ada yang memiliki kecuali Allah

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siap yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:284)

4. Tidak ada yang memberi manfaat dan mudharat kecuali Allah

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya selain Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. (QS. 6:17)

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 10:107)

5. Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allah

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS. 32:5)

6. Tidak ada pelindung kecuali Allah

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni nereka; mereka kekal di dalamnya. (QS. 2:257)

7. Tidak ada pembuat hukum kecuali Allah

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik. (QS. 6:57) 8. Tidak ada yang memerintah dan melarang kecuali Allah

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam. (QS. 7:54)

9. Tidak ada yang ditaati kecuali Allah

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

Dan ta'atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132) Katakanlah:"Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (QS. 3:32)

10. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. 20:14)

Ringkasan makna Laa ilaaha Illallah, sbb:

1. Tidak ada pencipta kecuali Allah

2. Tidak ada yang memberi rizki kecuali Allah

3. Tidak ada yang memiliki kecuali Allah

4. Tidak ada yang memberi manfaat dan mudharat kecuali Allah

5. Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allah

6. Tidak ada pelindung kecuali Allah

7. Tidak ada pembuat hukum kecuali Allah

8. Tidak ada yang memerintah dan melarang kecuali Allah

9. Tidak ada yang ditaati kecuali Allah

10.Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah

Menghapus Bid`ah


Soal Bid`ah
Bid`ah : membatalkan amal atau syirik atau kafir?
حَدِيثُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Diriwayatkan daripada Saidatina Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang mengada-ngadakan sesuatu dalam urusan agama yang tidak terdapat dalam agama maka dengan sendirinya ia akan tertolak. Mutafaqun alaihi
Kemudian dari Abdullah Ibn Umar radiyallahu anhuma, nabi saw bersabda
مَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku maka dia bukan termasuk golongan kami.(Ditakhrij Bukhari)
Abdurrahman Ibn Amru As Sulamy dan Hajar Bin Hajar berkata`` kami mendatangi Arbadh Ibn Sariyah. Kami berkata,`` kami ingin menemui berulang-ulang untuk mengambil pelajaran. Kemudian berkata Arbad bahwa suatu kali kami sholat subuh bersama nabi saw. Kemudian beliau menghadap kepada kami dan beliau memberi nasehat kepada kami dengan nasehat yang amat mendalam sehingga banyaklah di antara kami mencucurkan air mata dan hati bergetar. Lalu ada seseorang berkata kepada beliau. Wahai Rasulullah, sepertinya ini nasehat penutupan, lalu apa yang hendak engkau sampaikan kepada kami ?`` kemudian beliau bersabda :
اُصِيْكُمْ بِتَقْوَي اللهِ وَ السَّمَعِ وَالطَّعَةِ وَاِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًا فَاِنَّهُ يَعِيْشُ بَعْدِيْ فَسَيَرَي اِخِتلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ خُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمُهْتَدِيْنَ مِنْ بَعْدِي تَمَسَّكُوْا بِهَا وَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَاِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلاُمُوْرِ فَاِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْ عَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
``Aku menasehatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat sekalipun terhadap seorang budak Habsyi. Sesungguhnya orang-orang yang hidup sepeninggalku akan melihat pertentangan yang banyak. Maka bagi kalian hendaknya mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaur Rasyidiin yang mendapat petunjuk sesudahku. Berpeganglah kamu dengannya dan genggam/gigitlah ia dengan gigi geraham. Dan jauhilah perkara yang baru (dalam agama). Sesungguhnya setiap yang baru adalah bid`ah dan tiap-tiap bid`ah itu adalah menyesatkan (HR. Imam Turmuzi)
Bid`ah artinya mengadakan sesuatu yang baru di dalam agama. Makna inilah yang disepakati oleh seluruh ulama. Sehingga Nabi saw begitu mencelanya dan memberikan lampu merah untuk persoalan ini. Tentu saja, dengan perbuatan bid`ah mengakibatkan agama tersisipi dengan akal pikiran manusia terlebih menjadi bertentangan dengan syariat itu sendiri. Bagian inilah yang sering terjadi yakni bersebrangan dan bertentangan dengan syariat, baik dengan cara menambah-nambah maupun menguranginya. Lawan bid`ah adalah As Sunnah yakni suatu jalan hidup seorang yang beragama selalu mendasarkan pada An Naqli wal atsari (dalil ayatul Qur`an dan perilaku Nabi saw serta para sahabatnya.
Adapun bentuk bid`ah setidaknya terbagi dalam tiga bagian, sbb :
1. bid`ah dalam akidah (keyakinan) berakibat syirik hingga kafir.
2. Bid`ah dalam Ibadah (menjadi tidak sah beramal).
Di antara perkara bid`ah aqidah adalah :
1. Ajaran yang mengatakan bahwa apabila seseorang telah dekat kepada Allah seperti setingkat wali maka baginya tidak ada kewajiban mengerjakan rukun-rukun Islam seperti sholat, puasa, haji, dll. Kalaupun mengerjakannya hanyalah sebagai adab kepada Tuhan.
2. Ajaran yang mengatakan bahwa manusia tidak berhak untuk memilih segala perbuatannya tetapi Allahlah yang menentukannya.
3. Memanggil-manggil nama seseorang (wali-wali yang masih hidup atau telah meninggal, nama nabi-nabi, nama orang tua, dll) dalam berdoa kepada Allah.
4. Beribadah sholat hajat di atas kubur keramat untuk mengambil berkah.
5. Roh manusia dapat bergerak kesana-kemari meskipun mereka telah meninggal dunia untuk menemui atau menolong kerabat dekatnya atau orang yang dikehendakinya. Oleh karenanya ada roh jahat dan ada roh yang baik (bandingkan agama Kong Hucu; kepercayaan leluhur, maupun kaharingan).
6. Manusia dapat bersatu dengan Tuhan.
7. La wujuda illallah (tidak ada yang ada kecuali hanya Allah).
8. Asal kejadian dari Nur Muhammad.
9. Membuat sesaji untuk makhluk gaib agar dapat menolong setidaknya agar tidak mengganggunya.
10. Mandi Tujuh bulan untuk kehidupan bayi.
11. Membuat tambuni disertai pensil, selang, buku, dll
12. Mandi Penganten bersama untuk tujuan kebahagian perkawinan
13. Sholat hajat dimulai dengan takbir panggilan kepada gelar para wali seperti ya autad, ya badal, ya gaus, ya kutubal gaus....agisnaa dst.
Di antara perkara bid`ah ibadah adalah :
1. Puasa mutih (istilah jawa).
2. Berzikir sampai lupa diri.
3. Berzikir HU-HU
4. Beribadah di atas kubur
5. Sholat hadiah.
6. Meyakini membaca syair maulid adalah ibadah.
7. Ritual ibadah syair yang di dalamnya menyebut tentang asal kejadian dari Nur Muhammad.
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْءَانٌ مُبِينٌ(69)
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. (Yasin 69)
Semoga kita terhindar dari kesesatan.

Mengapa berdoa?


Mengapa Berdoa?
Mengapa Berdoa ?
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguh-nya Allah beserta orang-orang yang sabar. QS.Al Baqarah 153
Seorang Ustadz bertanya kepada para muridnya, katanya kepada para muridnya,``Mengapa kita perlu berdoa kepada Tuhan? Para murid masing-masing menjawab. Kata yang seorang, mengapa kita perlu berdoa karena ada perintah Allah untuk berdoa, maka kita wajib berdoa. Yang lain berkata,``kita perlu berdoa karena kita perlu pertolongan Allah. Dengan berdoa suatu maksud dan hajat akan disampaikan. Kemudian murid lainnya berkata,``doa adalah senjata orang mukmin. Jika ia tak berdoa maka ia bukan orang mukmin. Tetapi ada lagi yang berkata,``kita perlu berdoa karena kita lemah, doa akan memperkuat diri seseorang.`` tak habis itu saja, ada juga yang berkata,``kita perlu berdoa karena kita hamba bukan Tuhan. Kita lemah sedang Tuhan Maha kuat. Kita perlu ditolong sedang Tuhan maha penolong. Kita banyak kekurangan karenanya kita perlu karunia Allah. Kemudian yang lain mengatakan,``Tuhan memiliki banyak karunia dan anugerah, merugilah orang yang tak meminta kepada Tuhan. Jika kita bodoh, mintalah ilmu, jika kita miskin mintalah kekayaan. Jika kita sakit mintalah kesembuhan. Jika kita gelisah mintalah ketenangan. Tetapi ada lagi yang berkata,``itu bukti kita sebagai hamba yang selalu memerlukan Tuhan.
Sang ustadz tersenyum mendengar jawaban para muridnya. Itu pertanda semua muridnya cerdas dan berhasil guna. Sang ustadz berkata,``jawaban kalian tak satupun yang salah. Mendengar ucapan ustadz seperti demikian, para murid justru bingung dan sedikit senang. Sebab apapun jawaban mereka dianggap benar. Mereka bingung karena semua benar tetapi mengapa jawabannya berbeda-beda. Apakah perbedaan itu menunjuk makna yang sama atau tidak.
Kemudian ustadz melanjutkan, perkataannya,``jika apa yang kalian jawab itu semua benar maka akan lebih baik lagi jika semua jawaban kalian itu digabungkan sehingga menjadi semakin benar dan lengkap.`` semua murid menganggukkan kepalanya dan saling pandang. Sedikit tidak mengerti tetapi lebih banyak memahaminya. Lalu ustadz mengatakan lagi,``kita banyak memiliki waktu dan kesempatan untuk berdoa, tetapi kita sering lupa melakukannya. Sekalipun, berdoa itu sesungguhnya adalah sangat gampang dan mudah, tidak memerlukan banyak syarat, tetapi banyak sekali manfaatnya.
Ada jutaan dan tak terhitung di dunia ini yang tak diketahui oleh manusia. Setiap orang, siapapun dia, setiap harinya pasti bertanya dalam hatinya tentang sesuatu sebanyak puluhan kali. Sesekali ia menjawab sendiri namun kemudian ia ragu dengan jawabannya. Pengalaman mengajarkan kepada manusia untuk menjawab banyak pertanyaan dalam benak dan hati manusia. Namun hingga ia telah menua, banyak pula yang tak dapat dijawabnya dan disimpulkannya.
Tetapi ternyata bukan hanya banyak pertanyaan yang ada di benak manusia saja yang sering tak terjawab manusia, bahkan persoalan yang sering mereka hadapi tak dapat mereka selesaikan dengan baik dan benar. sebagian manusia menjadi berputus asa atas kejadian hidup ini. Sejuta pengetahuan dan pengalaman telah ditemukan manusia tetapi selalu masih ada jutaan yang lain yang masih menjadi misteri bagi manusia. Salah satunya adalah takdir hidup maupun kepastian nasib mereka di dunia.
Apakah dunia ini sepanjang tahun dan perdaban akan selalu menjadi misteri? Di beberapa negeri di dunia ini ada budaya sikap yang keliru. Lantaran berputus asa akhirnya mereka bunuh diri. Mereka menganggap dengan bunuh diri akan menyelesaikan masalah. Padahal menurut agama, putus asa itu justu akan semakin jauh dari rahmah Allah.
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا(29)
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. An Nisa 29
وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ(36)
Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. QS Ar Rum 36
Tugas orang beriman adalah tetap dalam keyakinannya dan harapannya kepada Allah dan menghindarkan dirinya dari keadaan berputus asa. Sebab putus asa bukanlah tabiat orang yang beriman, seperti perkataan Ibrahim as dalam al Qur`an :
قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ(56)
Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat". QS Al Hijr 56
Orang beriman menjadikan doa adalah satu-satunya tempat dialognya dengan Tuhan serta pembuka pertolongan Tuhan kepadanya dalam keadaan apapun, baik senang terlebih lagi masa-masa sulit dan terancam seperti yang dilukiskan al Qur`an :
وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ(250)
Tatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdo`a: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".baq 250
Dalam kondisi sulit seperti demikian, orang beriman tidak berputus asa hingga detik kematian sekalipun. Orang-orang Thalut yang beriman di zaman Nabi Daud ketika berperang menyadari akan kekalahan mereka kecuali atas bantuan Tuhan untuk memerangi tentara Jalut yang zolim. Untuk itu mereka meminta pertolongan kepada Tuhan.
Dengan demikian, berdoa ternyata merupakan kebutuhan bagi orang yang beriman. Ia tak dapat hidup tanpa doa. Di dalam doa itu pula orang beriman dapat berdialog dengan Tuhan. Dengan doa itu pula ia dapat mengungkapkan segala kesedihan dan kesusahannya serta nikmat karunia yang diberikan Tuhan kepadanya. Dengan doa itu juga ia dapat menumpahkan segala kerinduannya dengan Tuhannya bahkan sambil memuji Tuhannya. Dengan doa itu pula ia dapat merasakan hubungannya dengan Tuhan serta harapan pertolongan Tuhan baik atas kehidupan sekelilingnya maupun atas kehidupannya sendiri. Ia dapat langsung meminta pertolongan kepada Tuhannya tanpa diketahui oleh siapapun. Al Qur`an melukiskan kisah orang yang beriman yang selalu pandai berdoa dan bertaqarub kepada Tuhannya seperti firman Allah :
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(16)
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.QS as Sajadah 16
Dalam hadis nabi saw disebutkan ``doa adalah intisari ibadah.`` lihatlah ketika kita solat, bukankah di dalamnya selalu menunjuk pada doa. Pada saat qiyam, tasyahud, sujud, duduk di antara dua sujud hingga akhir selalu disertai doa.
Ada dua hal dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Hal tersebut diungkapkan dalam bait surat al Fatihan, sbb :
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(5)
Hanya KepadaMUlah kami menyembah dan hanya kepadaMU pula kami meminta pertolongan. QS Al Fatihah 5
Ini merupakan ajaran Allah kepada hambaNYA bahwa ada dua tugas manusia terhadap Tuhannya yaitu :
1. Menyembah Allah. Pengertian menyembah adalah beribadah khusus dan ibadah ketaatan.
a. Ibadah khusus dapat berupa antara lain : solat, haji, bertahmid (memuji Allah), bertasbih, bertakbir (membesarkan nama Allah), berzikir, membaca al Qur`an.Ddd
b. Sedangkan ibadah ketaatan adalah ibadah menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Ketaatan untuk berbuat kebaikan, beramal soleh, memberi nasehat kesabaran dan kebenaran, menghindari diri dari pekerjaan batil, tidak menzolim orang, menyantuni orang lemah, menolong orang lain, suka bersedekah, mendidik diri agar lebih berkualitas, membersihkan jiwa dari pengaruh-pengaruh dosa dan maksiat dengan bertobat dengan sebenar-benarnya dari semua dosa dan maksiat, dan membersihkan hati dari kotoran syirik, ragu-ragu, dengki, khianat, sombong, ujub, riya, dan sum'ah dengan ikhlas, yakin, cinta kebaikan, lemah lembut, benar, tawadu, dan mengharapkan keridaan Allah SWT dengan semua niat dan amal saleh.
2. Meyakini bahwa pertolongan itu hanya pada Allah. Ada dua praktek dalam bagian ini yakni keyakinan dalam aqidah dan keyakinan akan pertolongan Allah.
a. keyakinan dalam aqidah seperti Menghindar-kan diri dari segala bentuk kesyirikan, khurafat, takhyul dan waham mitologi, mistik. Kemampuan muslim untuk menghindari demikian adalah bukti keyakinannya yang benar dalam aqidah. Ia harus berani meninggalkan segala bentuk perdukunan, mistik, perzimatan, takhyul. Banyak sekali orang muslim tak memahami bagian ini sehingga anda melihat banyak di antara mereka masih membuat sesaji di rumahnya, dipekerjaannya. Sesaji (makanan atau minuman tertentu) dengan keyakinan agar terhindar dari marabahaya atau supaya dapat pertolongan. Meyakini keris pusaka sebagai penyelamat atau meyakini ada selain Allah yang dapat memudaratkannya. Semua ini harus hapus dari dunia seorang muslim.
b. Keyakinan akan pertologan Allah. Biasanya dibuktikan-nya dengan rajinnya ia berdoa hanya kepada Allah.
1593 Diriwayatkan daripada Abdullah bin Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Ketika tiga orang lelaki sedang berjalan-jalan, tiba-tiba turun hujan. Lalu mereka berteduh di dalam gua sebuah gunung. Secara tiba-tiba pintu gua itu tertutup dengan sebuah batu besar menyebabkan mereka terkurung, lalu sebahagian daripada mereka berkata kepada sebahagian yang lain: Ingatlah semua amal baik yang pernah kamu lakukan kerana Allah s.w.t. Setelah itu berdoalah kepada Allah s.w.t dengan amalan masing-masing. Semoga Allah s.w.t menolong kesulitan ini. Lelaki pertama berkata: Ya Allah, suatu ketika dahulu aku mempunyai dua orang ibu bapa yang sudah tua melarat. Mereka tinggal bersama keluargaku yang terdiri dari seorang isteri dan beberapa orang anak yang masih kecil. Aku pelihara mereka serta berkhidmat untuk mereka. Sebaik sahaja aku mempunyai masa lapang aku terus memerahkan susu untuk mereka. Aku utamakan kedua orang tuaku untuk meminumnya terlebih dahulu daripada anak-anakku. Satu hari kerana kesibukan pekerjaanku sehingga ke petang, baru aku dapat pulang. Aku dapati kedua orang tuaku sudah tidur. Seperti biasa aku terus memerah susu. Aku letakkan susu tersebut di dalam sebuah bejana. Aku berdiri di hujung kepala kedua orang tuaku, namun aku tidak sanggup membangkitkan mereka dari tidur yang nyenyak. Aku juga tidak sanggup memberi anak-anakku minum terlebih dahulu sebelum kedua orang tuaku meminumnya, sekalipun mereka meminta-minta di hadapanku kerana lapar dahaga. Aku terus setia menunggui mereka dan mereka juga tetap pula tidur sampai ke pagi. Jika Engkau tahu apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata mengharapkan keredaanMu, maka tolonglah aku dari kesulitan ini. Gerakkanlah batu besar ini, sehingga kami boleh melihat langit. Disebabkan khidmat bakti tersebut Allah s.w.t berkenan menolong mereka dengan menggerakkan sedikit batu besar tersebut, sehingga mereka boleh melihat langit. Lelaki kedua pula berkata: Ya Allah, suatu ketika dahulu aku mempunyai seorang sepupu perempuan. Aku mengasihinya sebagaimana cinta seorang lelaki terhadap seorang perempuan yang cukup mendalam. Aku minta supaya dia melayani keinginan nafsuku. Namun begitu dia tidak sudi untuk berbuat demikian kecuali setelah aku mampu memberikannya wang sebanyak seratus dinar. Untuk tujuan tersebut dengan susah payah akhirnya aku mampu mengumpulkan wang sebanyak itu. Aku membawa wang tersebut kepadanya. Sebaik sahaja aku ingin menyetubuhinya, dia berkata: Wahai hamba Allah! Takutlah kepada Allah. Janganlah kamu meragut kesucian ku kecuali dengan pernikahan terlebih dahulu. Mendengar kata-kata tersebut aku terus bangkit daripadanya serta membatalkan niat jahatku itu. Seandainya Engkau tahu bahawa apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata untuk mencari keredaanMu, tolonglah kami dari kesulitan ini. Gerakkanlah batu besar ini. Allah s.w.t berkenan menolong mereka di mana batu besar itu terbuka sedikit lagi. Lelaki ketiga pula berkata: Ya Allah, suatu ketika dahulu aku pernah mengupah seorang pekerja untuk menugal padi. Sebaik sahaja selesai melakukan pekerjaan, dia berkata: Berikan upahku. Namun aku enggan membayar upahnya. Dia terus menugal padi dan meminta lagi upahnya beberapa kali. Aku masih seperti biasa, enggan membayar upahnya dan terus mengupahnya menugal padi sehingga aku berjaya memiliki beberapa ekor lembu dan beberapa ekor anaknya. Suatu hari lelaki tadi datang kepadaku dan berkata: Takutlah kamu kepada Allah. Kamu jangan lagi menzalimi aku dengan kewajibanku. Kemudian aku berkata kepadanya: Ambillah lembu itu serta anak-anaknya. Dia berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah mempermain-mainkan aku. Aku berkata: Aku tidak mempermain-mainkan kamu, tetapi ambillah lembu itu serta anak-anaknya. Sehingga akhirnya dia mengambil lembu tersebut. Seandainya Engkau tahu bahawa apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata untuk mencari keredaanMu, tolonglah kami dari kesulitan yang tinggal hanya sedikit lagi. Akhirnya Allah pun menolong mereka dengan menggerakkan batu besar yang menutupi gua tempat di mana mereka berteduh. HR Bukhari Muslim, Daud dan Ahmad. Wallahu a`lam

Takdir dan usaha


Takdir dan usaha

Takdir dan Wirausaha

Tanya : saya seringkali membuka usaha tetapi selalu gagal. Akhirnya saya hanya bekerja pada usaha yang menurut saya aman. Apakah ini merupakan takdir? Apakah kesuksesan itu juga takdir? Apakah orang kaya dan miskin adalah takdir?

Jawab : takdir dalam bahasa agama (Islam) adalah ketetapan Allah. Jika anda gagal berusaha ataukah berhasil, keduanya merupa-kan takdir ilahi. Sehingga takdir ada yang baik dan ada yang buruk.

قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا(17)

Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. QS Al Ahzab 17

Seseorang tidak mengetahui takdir apa yang akan datang kepadanya. Dikarenakan tidak me-ngetahuinya maka ia disuruh untuk berusaha mencapai cita-citanya dan memilih yang terbaik dari segala pilihan yang dipikirkanya.

1302 Diriwayatkan daripada Abdullah bin Abbas r.a katanya: Sesungguhnya Umar bin al-Khattab pergi ke Syam. Apabila sampai ke sebuah dusun yang bernama Sarghi, beliau telah dikunjungi oleh penduduk di sekitarnya, iaitu Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan para pengikutnya. Mereka mengkhabar-kan bahwa wabah (penyakit taun) telah berjangkit di Syam. Ibnu Abbas berkata setelah mendengar berita itu, Umar berkata: Cuba panggilkan para Sahabat Muhajirin yang pertama. Aku melaksanakan perintah Umar. Umar mengajak mereka berbincang dan memberita-hu kepada mereka bahwa wabah telah berjangkit di Syam. Mereka telah berbeda pendapat mengenai berita tersebut. Sebahagian di antara mereka berkata: Engkau pergi untuk suatu urusan yang besar, jadi kami tidak sependapat sekiranya engkau pulang. Sebahagian yang lain pula berkata: Engkau diikuti oleh orang ramai dan para Sahabat Rasulullah s.a.w, jadi kami tidak bersetuju apabila engkau membawa mereka menuju ke wabah ini. Umar berkata :Tinggalkanlah aku! Kemudian beliau berkata lagi: Tolong panggilkan para sahabat Ansar. Aku pun memanggil mereka. Ketika mereka diminta berbincang, mereka telah berbeda pendapat sebagaimana para sahabat Muhajirin. Umar berkata: Tinggalkanlah aku! Lalu beliau berkata lagi : Tolong panggilkan para pembesar Quraisy yang berhijrah sewaktu penaklukan dan sekarang mereka berada di sana. Aku memanggil mereka dan ternyata mereka telah sepakat kemudian berkata: Menurut kami, sebaiknya engkau bawa mereka pulang dan tidak mengajak mereka memasuki kawasan wabah ini. Lalu Umar menyeru di tengah-tengah orang ramai: Aku akan memandu tungganganku untuk pulang, pulanglah bersamaku. Abu Ubaidah bin al-Jarrah bertanya: Apakah itu berarti lari dari takdir Allah? Umar menjawab: Harapnya bukan engkau yang bertanya wahai Abu Ubaidah! Memang Umar tidak suka berselisih pendapat dengan Abu Ubaidah. Lalu Umar melanjutkan : Ya, kita lari dari ketentuan (takdir) Allah untuk menuju kepada takdir Allah yang lain. Apakah pendapatmu seandai-nya engkau mempunyai seekor unta yang turun di suatu lembah yang mempunyai dua keadaan, satunya subur dan satu lagi tandus. Adakah jika engkau mengembalanya pada tempat yang subur itu bukan bererti engkau mengembalanya kerana takdir Allah? Begitu pula sebaliknya, bukankah engkau mengembalanya kerana takdir Allah juga? Lalu datanglah Abdul Rahman bin Auf yang baru saja tiba dari suatu keperluan. Beliau berkata: Sesungguhnya aku mempunyai pengetahuan mengenai masalah ini. Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila kamu mendengar terdapat wabah di suatu daerah, maka janganlah kamu mendatanginya. Sebaliknya, kalaulah wabah itu berjangkit di suatu daerah sedangkan kamu berada di sana maka janganlah kamu keluar melarikan diri daripadanya. Mendengar kata-kata itu Umar bin al-Khattab memuji Allah, kemudian beredar meninggalkan tempat itu. HR. Bukhari Muslim (hadis sahih).

Berdasar hadis di atas, usaha yang anda lakukan kemudian gagal merupakan takdir Allah. Namun bukan berarti anda tidak diizinkan Allah untuk mengulanginya. Boleh jadi ia merupakan peringatan keteledoran anda atau Tuhan ingin menambah wawasan serta keuletan anda. Sebab usaha itu diperlukan ketabahan dan kegigihan. Saat itulah kemenangan.

Para ulama membagi pengertian takdir ada dua yakni takdir mubran artinya yang tak dapat dirubah misalnya manusia pasti memperoleh rezki, kematian dan menghadapi surga dan neraka. Yang kedua takdir mugayyar yaitu takdir yang dapat dirubah. Berapa rezki yang akan anda peroleh, apakah anda akan masuk surga atau neraka, apakah anda ingin kaya atau miskin adalah takdir mugayyar. Artinya semua itu dapat dirubah dengan usaha dan doa. Pengertian itulah yang ada pada peristiwa hadis tentang Umar Ibnu Khattab bahwa menurut beliau, jika takdir yang menanti adalah jelek maka ia lari daripadanya menuju takdir yang baik.

Jika anda sukses mengejar takdir baik maka semua itu dari Allah (bantuan Allah). Namun jika kamu gagal maka semua itu penyebabnya adalah diri kamu sendiri.

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ  1;َمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.QS An Nisa 79

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ

Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah.QS Al Baqarah 110

Jadi ulangilah terus usaha anda dengan gigih dan doa. Sebab cara inilah yang terbaik. Islam tidak melarang umatnya untuk kaya selama dengan jalan halal dan mau menafkahkan sebagian rezkinya untuk agama Allah. Selain gigih dan berdoa, ikutilah dengan banyak beramal soleh dan sedekah terhadap kaum fakir dan miskin. Jadilah sebagai manusia yang terbaik yaitu yang paling bermanfaat di antara segala manusia. Wallahu a`lam

Jawaban surat anda

Komentar jawaban surat anda
Assalamualaikum Wr Wb.
Saya sudah sering melihat iklan tentang TDI Nurullah dikoran Banjarmasin Post, namun baru beberapa hari ini mencoba membuka websitenya. Awalnya saya tidak begitu tertarik dengan apa yang ditawarkan oleh TDIN ini, karena saya pikir ilmu seperti itu kebanyakan menjurus ke arah khurafat, bid'ah dan syirik meskipun menggunakan bacaan-bacaan bahasa Arab/Qur'an. Namun setelah membaca-baca informasi yang ada dalam website TDIN saya merasa tertarik karena ilmu yang diajarkan mengajak untuk hanya bergantung dan tawakkal kepada Allah SWT. Ada keinginan saya untuk ikut mempelajarinya, namun dalam hati masih ada keragu-raguan yang akan saya sampaikan dan mohon penjelasannya sbb:Saya yakin Allah SWT akan menolong hambaNya yang taqwa, yakin padaNya dan selalu berdoa sehingga Allah akan melindunginya menghindarkannya dari bahaya dan malapetaka. Namun demikian tentunya hal tersebut tidak diperoleh dalam waktu singkat, artinya hamba tersebut harus istiqomah dalam beramal sehingga Allah menganugerahkan karamah kepadaNya. Pertanyaan saya bagaimana mungkin hanya dalam waktu 10 - 15 menit (seperti iklan TDIN) seseorang sudah dapat memperoleh karamah itu sehingga ia bisa kebal senjata, pukulan dan lain-lain. Bagaimana mungkin Allah SWT dapat diatur oleh manusia untuk memberikan karamah kepada seseorang dalam waktu singkat, sementara orang tersebut belum terbukti amal shalihnya. Demikian pertanyaan saya dan mohon penjelasannya, terimakasihWassalamualaikum Wr Wb.
jawaban surat : New
Assalaamu alaikm Wr.Wb.
Abu Rofid yang baik.
soal 10 menit apa bisa?
ajaran agama kita tidak hanya mengajarkan agar kita selalu berpikir, tetapi juga mengajarkan keimanan. dalam al Qur`an nabi Isa as berdoa kepada Tuhannya : rabbi anjilnii maa`idatan minassamaa takuunu lana iidan .......wahai tuhanku, turunkanlah hidangan dari atas langin untuk kami jadikan perayaan... ceritanya sbb:
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut `Isa berkata: "Hai `Isa putera Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" `Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman".QS al Maidah 112 Mereka berkata; "kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu".113 Isa putera Maryam berdo`a: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezki Yang Paling Utama".al maidah (hidangan) 114 Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia".115.
bisakah hidangan datang turun dari langit? jawabnya bisa seperti di zaman Isa as, demikian pula Maryam selalu ada hidangan di Mihrabnya, nabi Isa tanpa bapak, adam as tanpa orang tua, hawa dari min nafsiw waahidah, nabi muhammad bisa menang dalam badar, isra mi`raj dll sungguh banyak ajaran agama kita mengajarkan dengan tidak masuk akal tetapi dengan keimanan kita membenarkannya. lalu apa bisa TDI hanya 10 menit? dengan doa bagi Allah mungkin bahkan satu detik atau lebih cepat dari cahaya seperti Allah menyelamatkan seseorang. janganlah kita membatasi kekuasaan Allah dengan akal kita yang terbatas. adalah menjadi hak anda untuk tidak yakin pada sistem TDI Nurullah, maka perbanyaklah meminta pertolongan pada Allah, tetapi setiap orang semakin mendalam pengetahuan agamanya pastilah ia menemukan cara yang terbaik dalam tuntunan al Qur`an dan as sunnah. TDI-N hanyalah ikhtiar doa seseorang, seperti saat anda yakin doa anda dikabulkan maka apapun tak mustahil kecuali bagi akal.
jika ada waktu, di tempat kami ruang selalu terbuka untuk diskusi keagamaan tanpa harus menjadi anggota. semoga kita terhindar dari kemusrikan kecuali waman yatawakkal pahua hasbuhu = barangsiapa yang bertawakkal maka Allah akan mencukupinya. bila ada waktu saya akan dengan suka ingin menjelaskan. maafkan keterlambatan jawaban saya karena baru sempat membukanya. wallahu a`lam

Kepada Juwardi dan H. Syaficoel Brunei.
dalam blok : Bermuara H. Syaficoel Brunei. maaf sebelumnya nak komen dikit! sebenarnya agama tu tiada boleh lah di jadikan usaha.

Baik dia apapun dari pada dasarnya, Sebenarnya perintahnya sangatpun baik. tetapi, didalam tu politic usaha tiada baik yang bersangatan sama ada menjual Agama ALLAH Ta'ala.
Adapun ta'lim saudara mengajak kepada Syar' ALLah Ta'ala tetapi ta'lim tu meminta ketentuan upah yang lazim untuk selamat.
"Tentunya Allah Ta'ala Memberi Selamat dan Allah Ta'ala juapun Nan Memberi Mudarat"
(tanpa adanya upah bagi Haq Ta'ala).
Seandainya ta'lim saudara bisa memberi selamat kepada umat Apa ta'lim saudala Bisa Menjamin Macam Allah Ta'ala Dengan Upah Yang Lazim saudara pungut.
Sampaikanlah Syar' Al Ilmun Allah ta'ala dengan ikhlas kepada yang akalnya mencapai akan ilmu tersebut. Mudah-mudahan Diberi Rezeki kepada saudara dan umat daripada ta'lim saudara.

2008 Desember 12 21:30

Jawaban komentar
sungguh simpatik dan menyenangkan komentar bapak sehingga kami sangat berterima kasih atas masukannya. kebanyakan komentar adalah seperti pendapat bapak. jika bapak lebih mendalam, menyelamai TDI Nurullah, insya Allah akan memahami banyak hal. TDI nurullah adalah sebuah kreasi yang lahir dari suatu comited pd agama. sama seperti orang bikin busana muslim, jilbab, kopiah, lalu mereka jual dengan harga. sama juga dengan orang berkreasi bikin mobil, rumah, dll. jadi TDI Nurullah bukan agama, bukan ajaran. ia hanya produk budaya manusia yang terlahir karena dekat hidupnya dengan agama. seperti juga seorang guru dipasantren, meskipun ia mengajarkan agama namun ia tetap dapat gajih. pekerjaannya adalah budaya (yang terlahir dari mulutnya, kaki berdiri, waktu dan kreasinya) agar orang paham agama. sangat tidak bijak jika kita tak menggajih mereka. ya mereka harus dapat honor. seperti halnya orang bikin kain umrah, travel, jilbab, busana muslim, mereka harus kita hargai. demikian itu pula TDI Nurullah adalah kreasi anak muslim. bonusnya disamping dapat bela diri, kita dapat pengetahuan dan ikatan agama. sementara bagi kami bonusnya adalah bisa menyampaikan agama pada banyak orang seperti halnya ustadz di pasantrent atau pembuat jilbab jauh lebih baik dari pembuat busana terbuka aurat. akan lebih dapat dimengerti jika kita buka buku-buku kebudayaan Islam, apa kebudayaan itu dan bagaimana dalam islam. misalnya tulisan Sidi Gazalba, dll.
e mail : tdinurullah@telkom.net

Kepada Bapak Beladirikita
Assalamualaikum.
Saya sering lihat iklan TDI Nurullah di koran Banjarmasin Post. Ternyata sekarang punya situs sendiri. Selamat ya.
Saya pecinta seni beladiri, baik beladiri eksternal maupun internal (pernapasan). Namun khusus internal sdh lama tdk latihan.
Oya, saat ini saya sedang mengelola situs informasi seni beladiri. Jika berkenan bisa mampir ke beladirikita.blogspot.com
Wassalam
jawaban komentar
kepada beladirikita
as salaamu alaikum wr. wb.
terima kasih atas komentar dan keterbukaannya. kami insya allah akan mencari blogspot bapak, semoga di samping mengajarkan bela diri juga pandai memberi nasehat baik dan agama pada anak didiknya. amin.
Diposkan oleh Tenaga Dalam Islamy (TDI) Nurullah di 07:37

Fadilat al Qur`an


Fadilat Bacaan Al Qur`an

Fadilat Bacaan Al Qur`an
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ(29)لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ(30)
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. QS Fatir 29-30
Syafaat bacaan Qur`an
Dari Abu Umamah ra berkata, saya mendengar rasulullah saw bersabda,`` selalulah membaca al Qur`an, karena ia akan memberi syafaat nanti di hari kiamat. HR. Muslim
Manusia Utama
Dari Usman Ibnu Affan dari nabi saw bersabda,`` sebaik-baiknya orang di antara kalian adalah orang yang belajar Al Qur`an dan yang mengajarkannya. HR. Bukhari Muslim.
Kekasih Allah
Dari Anas ra berkata, bersabda rasulullah saw,`` sesungguhnya Allah memiliki dua keluarga diantara manusia. Para sahabat bertanya, siapakah keluarga itu ? beliau menjawab,``ialah orang-orang ahli al Qur`an dan orang-orang yang diistimewakan. HR An Nasaa`i dan Ibnu Majah.
Beroleh ketenangan dan Rahmah
Dari Abu Hurairah ra, bahwa rasulallah saw bersabda,`` tidaklah berkumpul suatu jamaah di suatu rumah dari rumah Allah di mana mereka membaca Al Qur`an melainkan akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dihujankan rahmah dan diliputi para malaikat dan Allah menyebut dirinya di sisiNYA. HR. Muslim.
Fadilat satu huruf
Dari abdullah Ibnu Mas`ud berkata, bersabda rasulullah saw,`` siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebajikan. Dan kebajikan itu dengan sepuluh permisalan. Tidaklah aku mengatakan bahwa kalimat aliflammiim adalah satu huruf melainkan sebenarnya alif itu satu huruf, lam itu satu huruf dan mim itu satu huruf. HR Hakim. Dala hadis lain bahwa satu huruf dari al Qur`an adalah sepuluh kebajikan.
Fadilat Mendengar bacaan Al Qur`an
Dari Abu Hurairah berkata bahwasanya rasulullah saw bersabda,`` barangsiapa yang mendengarkan suatu ayat dari al Qur`an maka dicatatlah baginya suatu kebajikan (pahala) dan boleh jadi dilipatgandakan. Dan barangsiapa yang membacanya maka baginya adalah nur di hari kiamat. HR. Ahmad
Nur langit bumi
Dari Abu Zar ra berkata, wahai rasulullah, berilah aku nasehat. Lalu beliau rasulullah saw bersabda,`` bertaqwalah karena taqwa itu pokok segala urusan. Lalu aku berkata,`` tambahkanlah lagi nasehatnya. Lalu beliau bersabda,`` hendaknya engkau selalu membaca al Qur`an karena ia akan menjadi nur bagimu di bumi dan menjadi simpanan (pusaka doa) di langit. HR Ibnu Hibban.
Tercapainya maksud
Dari Abu Said ra berkata, bersabda rasulullah saw,`` Allah berfirman,`` barangsiapa yang menyibukkan dirinya dengan al Qur`an atas segala masalahnya maka Allah akan memberinya lebih mengutamakannya dari orang-orang yang meminta dan siapa yang mengutamakan kalam Allah di atas segala perkataan maka Allah melebihkannya atas makhluknya.
Perumpamaan orang mukmin
Dari Abu Musa al asy`ari ra berkata, bersabda rasulullah saw,`` permisalan seorang mukmin yang membaca Al Qur`an adalah laksana jeruk yang harum baunya dan di makan terasa lezat. Sedang orang mukmin yang tidak membaca Al Qur`an adalah laksana kurma yang tidak enak dicium baunya, hanya rasanya yang enak di makan. Dalam riwayat lain adalah ibarat kebun yang indah namun di makan terasa pahit. HR.Bukhari Muslim.
Fadilat 100 ayat malam hari
Dari Abu Hurairah ra berkata, bersabda rasulullah saw,` barangsiapa yang dapat memelihara solat wajib lima waktu maka tidaklah ia dicatat sebagai orang-orang yang lalai (gofil) dan barangsiapa yang membaca ayatul Qur`an 100 ayat pada malam hari maka dicatatlah ia menjadi golongan orang-orang yang taat. HR. Khuzaimah dan Hakim dengan syarat Imam Muslim.
Fadilat surat al Fatihah
Dari Abu Hurairah berkata ,``aku mendengar rasulullah saw bersabda,``Allah berfirman aku bersumpah bahwa solat seorang hamba denganku adalah masing-masing separohnya, dan bagi seorang hamba adalah apa yang dipintanya. Dalam riwayat lain, bahwa separohnya adalah bagiku yakni apabila ia berucap Alhamdulillah robbil aalamiin maka aku berucap hamidanii (benar terpujilah aku). Bila ia berucap ar rohmanir rohiim maka aku berkata telah memuji hambaku. Bila ia berucap Maalikiyau middiin maka aku berkata telah memuliakan hambaku. Maka apabila ia berucap iyaaka na`bu...dts maka separohnya untuk hambaku dan apa yang ia pinta. HR Muslim.
Dari Ibnu Abbas ra berkata, bersama kami Jibril as duduk di samping nabi saw. Beliau mendengar suara dan beliau mengangkat kepalanya (untuk melihat ke atas) kemudian beliau bersabda,`` ini adalah malaikat yang diturunkan ke bumi, tidaklah ia diturunkan kecuali pada hari tertentu, maka sejahteralah. Lalu Jibril berkata,``bergembiralah kamu dengan dua cahaya, di datangkan keduanya yang tidak di datangkan kepada nabi sebelum engkau yaitu fatihatul kitab (surat al fatihah) dan penutup surah al Baqarah, tidaklah yang membacanya satu huruf daripadanya melainkan akan diberi.`` HR Muslim.
Dari Anas ra berkata, seorang lelaki datang kepada nabi saw dan meminta diajarkan bacaan. adalah nabi saw bersabda,``apakah engkau ingin aku ajarkan suatu yang paling utama dalam Al Qur`an. ? orang itu menjawab, ``benar`` nabi bersabda : ``bacalah Alhamdulillahi robil aalamiin dst (al fatihah). HR Ibnu Hibban dan Hakim.