Mengapa Berdoa?
Mengapa Berdoa ?
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguh-nya Allah beserta orang-orang yang sabar. QS.Al Baqarah 153
Seorang Ustadz bertanya kepada para muridnya, katanya kepada para muridnya,``Mengapa kita perlu berdoa kepada Tuhan? Para murid masing-masing menjawab. Kata yang seorang, mengapa kita perlu berdoa karena ada perintah Allah untuk berdoa, maka kita wajib berdoa. Yang lain berkata,``kita perlu berdoa karena kita perlu pertolongan Allah. Dengan berdoa suatu maksud dan hajat akan disampaikan. Kemudian murid lainnya berkata,``doa adalah senjata orang mukmin. Jika ia tak berdoa maka ia bukan orang mukmin. Tetapi ada lagi yang berkata,``kita perlu berdoa karena kita lemah, doa akan memperkuat diri seseorang.`` tak habis itu saja, ada juga yang berkata,``kita perlu berdoa karena kita hamba bukan Tuhan. Kita lemah sedang Tuhan Maha kuat. Kita perlu ditolong sedang Tuhan maha penolong. Kita banyak kekurangan karenanya kita perlu karunia Allah. Kemudian yang lain mengatakan,``Tuhan memiliki banyak karunia dan anugerah, merugilah orang yang tak meminta kepada Tuhan. Jika kita bodoh, mintalah ilmu, jika kita miskin mintalah kekayaan. Jika kita sakit mintalah kesembuhan. Jika kita gelisah mintalah ketenangan. Tetapi ada lagi yang berkata,``itu bukti kita sebagai hamba yang selalu memerlukan Tuhan.
Sang ustadz tersenyum mendengar jawaban para muridnya. Itu pertanda semua muridnya cerdas dan berhasil guna. Sang ustadz berkata,``jawaban kalian tak satupun yang salah. Mendengar ucapan ustadz seperti demikian, para murid justru bingung dan sedikit senang. Sebab apapun jawaban mereka dianggap benar. Mereka bingung karena semua benar tetapi mengapa jawabannya berbeda-beda. Apakah perbedaan itu menunjuk makna yang sama atau tidak.
Kemudian ustadz melanjutkan, perkataannya,``jika apa yang kalian jawab itu semua benar maka akan lebih baik lagi jika semua jawaban kalian itu digabungkan sehingga menjadi semakin benar dan lengkap.`` semua murid menganggukkan kepalanya dan saling pandang. Sedikit tidak mengerti tetapi lebih banyak memahaminya. Lalu ustadz mengatakan lagi,``kita banyak memiliki waktu dan kesempatan untuk berdoa, tetapi kita sering lupa melakukannya. Sekalipun, berdoa itu sesungguhnya adalah sangat gampang dan mudah, tidak memerlukan banyak syarat, tetapi banyak sekali manfaatnya.
Ada jutaan dan tak terhitung di dunia ini yang tak diketahui oleh manusia. Setiap orang, siapapun dia, setiap harinya pasti bertanya dalam hatinya tentang sesuatu sebanyak puluhan kali. Sesekali ia menjawab sendiri namun kemudian ia ragu dengan jawabannya. Pengalaman mengajarkan kepada manusia untuk menjawab banyak pertanyaan dalam benak dan hati manusia. Namun hingga ia telah menua, banyak pula yang tak dapat dijawabnya dan disimpulkannya.
Tetapi ternyata bukan hanya banyak pertanyaan yang ada di benak manusia saja yang sering tak terjawab manusia, bahkan persoalan yang sering mereka hadapi tak dapat mereka selesaikan dengan baik dan benar. sebagian manusia menjadi berputus asa atas kejadian hidup ini. Sejuta pengetahuan dan pengalaman telah ditemukan manusia tetapi selalu masih ada jutaan yang lain yang masih menjadi misteri bagi manusia. Salah satunya adalah takdir hidup maupun kepastian nasib mereka di dunia.
Apakah dunia ini sepanjang tahun dan perdaban akan selalu menjadi misteri? Di beberapa negeri di dunia ini ada budaya sikap yang keliru. Lantaran berputus asa akhirnya mereka bunuh diri. Mereka menganggap dengan bunuh diri akan menyelesaikan masalah. Padahal menurut agama, putus asa itu justu akan semakin jauh dari rahmah Allah.
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا(29)
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. An Nisa 29
وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ(36)
Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. QS Ar Rum 36
Tugas orang beriman adalah tetap dalam keyakinannya dan harapannya kepada Allah dan menghindarkan dirinya dari keadaan berputus asa. Sebab putus asa bukanlah tabiat orang yang beriman, seperti perkataan Ibrahim as dalam al Qur`an :
قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ(56)
Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat". QS Al Hijr 56
Orang beriman menjadikan doa adalah satu-satunya tempat dialognya dengan Tuhan serta pembuka pertolongan Tuhan kepadanya dalam keadaan apapun, baik senang terlebih lagi masa-masa sulit dan terancam seperti yang dilukiskan al Qur`an :
وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ(250)
Tatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdo`a: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".baq 250
Dalam kondisi sulit seperti demikian, orang beriman tidak berputus asa hingga detik kematian sekalipun. Orang-orang Thalut yang beriman di zaman Nabi Daud ketika berperang menyadari akan kekalahan mereka kecuali atas bantuan Tuhan untuk memerangi tentara Jalut yang zolim. Untuk itu mereka meminta pertolongan kepada Tuhan.
Dengan demikian, berdoa ternyata merupakan kebutuhan bagi orang yang beriman. Ia tak dapat hidup tanpa doa. Di dalam doa itu pula orang beriman dapat berdialog dengan Tuhan. Dengan doa itu pula ia dapat mengungkapkan segala kesedihan dan kesusahannya serta nikmat karunia yang diberikan Tuhan kepadanya. Dengan doa itu juga ia dapat menumpahkan segala kerinduannya dengan Tuhannya bahkan sambil memuji Tuhannya. Dengan doa itu pula ia dapat merasakan hubungannya dengan Tuhan serta harapan pertolongan Tuhan baik atas kehidupan sekelilingnya maupun atas kehidupannya sendiri. Ia dapat langsung meminta pertolongan kepada Tuhannya tanpa diketahui oleh siapapun. Al Qur`an melukiskan kisah orang yang beriman yang selalu pandai berdoa dan bertaqarub kepada Tuhannya seperti firman Allah :
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(16)
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.QS as Sajadah 16
Dalam hadis nabi saw disebutkan ``doa adalah intisari ibadah.`` lihatlah ketika kita solat, bukankah di dalamnya selalu menunjuk pada doa. Pada saat qiyam, tasyahud, sujud, duduk di antara dua sujud hingga akhir selalu disertai doa.
Ada dua hal dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Hal tersebut diungkapkan dalam bait surat al Fatihan, sbb :
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(5)
Hanya KepadaMUlah kami menyembah dan hanya kepadaMU pula kami meminta pertolongan. QS Al Fatihah 5
Ini merupakan ajaran Allah kepada hambaNYA bahwa ada dua tugas manusia terhadap Tuhannya yaitu :
1. Menyembah Allah. Pengertian menyembah adalah beribadah khusus dan ibadah ketaatan.
a. Ibadah khusus dapat berupa antara lain : solat, haji, bertahmid (memuji Allah), bertasbih, bertakbir (membesarkan nama Allah), berzikir, membaca al Qur`an.Ddd
b. Sedangkan ibadah ketaatan adalah ibadah menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Ketaatan untuk berbuat kebaikan, beramal soleh, memberi nasehat kesabaran dan kebenaran, menghindari diri dari pekerjaan batil, tidak menzolim orang, menyantuni orang lemah, menolong orang lain, suka bersedekah, mendidik diri agar lebih berkualitas, membersihkan jiwa dari pengaruh-pengaruh dosa dan maksiat dengan bertobat dengan sebenar-benarnya dari semua dosa dan maksiat, dan membersihkan hati dari kotoran syirik, ragu-ragu, dengki, khianat, sombong, ujub, riya, dan sum'ah dengan ikhlas, yakin, cinta kebaikan, lemah lembut, benar, tawadu, dan mengharapkan keridaan Allah SWT dengan semua niat dan amal saleh.
2. Meyakini bahwa pertolongan itu hanya pada Allah. Ada dua praktek dalam bagian ini yakni keyakinan dalam aqidah dan keyakinan akan pertolongan Allah.
a. keyakinan dalam aqidah seperti Menghindar-kan diri dari segala bentuk kesyirikan, khurafat, takhyul dan waham mitologi, mistik. Kemampuan muslim untuk menghindari demikian adalah bukti keyakinannya yang benar dalam aqidah. Ia harus berani meninggalkan segala bentuk perdukunan, mistik, perzimatan, takhyul. Banyak sekali orang muslim tak memahami bagian ini sehingga anda melihat banyak di antara mereka masih membuat sesaji di rumahnya, dipekerjaannya. Sesaji (makanan atau minuman tertentu) dengan keyakinan agar terhindar dari marabahaya atau supaya dapat pertolongan. Meyakini keris pusaka sebagai penyelamat atau meyakini ada selain Allah yang dapat memudaratkannya. Semua ini harus hapus dari dunia seorang muslim.
b. Keyakinan akan pertologan Allah. Biasanya dibuktikan-nya dengan rajinnya ia berdoa hanya kepada Allah.
1593 Diriwayatkan daripada Abdullah bin Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Ketika tiga orang lelaki sedang berjalan-jalan, tiba-tiba turun hujan. Lalu mereka berteduh di dalam gua sebuah gunung. Secara tiba-tiba pintu gua itu tertutup dengan sebuah batu besar menyebabkan mereka terkurung, lalu sebahagian daripada mereka berkata kepada sebahagian yang lain: Ingatlah semua amal baik yang pernah kamu lakukan kerana Allah s.w.t. Setelah itu berdoalah kepada Allah s.w.t dengan amalan masing-masing. Semoga Allah s.w.t menolong kesulitan ini. Lelaki pertama berkata: Ya Allah, suatu ketika dahulu aku mempunyai dua orang ibu bapa yang sudah tua melarat. Mereka tinggal bersama keluargaku yang terdiri dari seorang isteri dan beberapa orang anak yang masih kecil. Aku pelihara mereka serta berkhidmat untuk mereka. Sebaik sahaja aku mempunyai masa lapang aku terus memerahkan susu untuk mereka. Aku utamakan kedua orang tuaku untuk meminumnya terlebih dahulu daripada anak-anakku. Satu hari kerana kesibukan pekerjaanku sehingga ke petang, baru aku dapat pulang. Aku dapati kedua orang tuaku sudah tidur. Seperti biasa aku terus memerah susu. Aku letakkan susu tersebut di dalam sebuah bejana. Aku berdiri di hujung kepala kedua orang tuaku, namun aku tidak sanggup membangkitkan mereka dari tidur yang nyenyak. Aku juga tidak sanggup memberi anak-anakku minum terlebih dahulu sebelum kedua orang tuaku meminumnya, sekalipun mereka meminta-minta di hadapanku kerana lapar dahaga. Aku terus setia menunggui mereka dan mereka juga tetap pula tidur sampai ke pagi. Jika Engkau tahu apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata mengharapkan keredaanMu, maka tolonglah aku dari kesulitan ini. Gerakkanlah batu besar ini, sehingga kami boleh melihat langit. Disebabkan khidmat bakti tersebut Allah s.w.t berkenan menolong mereka dengan menggerakkan sedikit batu besar tersebut, sehingga mereka boleh melihat langit. Lelaki kedua pula berkata: Ya Allah, suatu ketika dahulu aku mempunyai seorang sepupu perempuan. Aku mengasihinya sebagaimana cinta seorang lelaki terhadap seorang perempuan yang cukup mendalam. Aku minta supaya dia melayani keinginan nafsuku. Namun begitu dia tidak sudi untuk berbuat demikian kecuali setelah aku mampu memberikannya wang sebanyak seratus dinar. Untuk tujuan tersebut dengan susah payah akhirnya aku mampu mengumpulkan wang sebanyak itu. Aku membawa wang tersebut kepadanya. Sebaik sahaja aku ingin menyetubuhinya, dia berkata: Wahai hamba Allah! Takutlah kepada Allah. Janganlah kamu meragut kesucian ku kecuali dengan pernikahan terlebih dahulu. Mendengar kata-kata tersebut aku terus bangkit daripadanya serta membatalkan niat jahatku itu. Seandainya Engkau tahu bahawa apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata untuk mencari keredaanMu, tolonglah kami dari kesulitan ini. Gerakkanlah batu besar ini. Allah s.w.t berkenan menolong mereka di mana batu besar itu terbuka sedikit lagi. Lelaki ketiga pula berkata: Ya Allah, suatu ketika dahulu aku pernah mengupah seorang pekerja untuk menugal padi. Sebaik sahaja selesai melakukan pekerjaan, dia berkata: Berikan upahku. Namun aku enggan membayar upahnya. Dia terus menugal padi dan meminta lagi upahnya beberapa kali. Aku masih seperti biasa, enggan membayar upahnya dan terus mengupahnya menugal padi sehingga aku berjaya memiliki beberapa ekor lembu dan beberapa ekor anaknya. Suatu hari lelaki tadi datang kepadaku dan berkata: Takutlah kamu kepada Allah. Kamu jangan lagi menzalimi aku dengan kewajibanku. Kemudian aku berkata kepadanya: Ambillah lembu itu serta anak-anaknya. Dia berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah mempermain-mainkan aku. Aku berkata: Aku tidak mempermain-mainkan kamu, tetapi ambillah lembu itu serta anak-anaknya. Sehingga akhirnya dia mengambil lembu tersebut. Seandainya Engkau tahu bahawa apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata untuk mencari keredaanMu, tolonglah kami dari kesulitan yang tinggal hanya sedikit lagi. Akhirnya Allah pun menolong mereka dengan menggerakkan batu besar yang menutupi gua tempat di mana mereka berteduh. HR Bukhari Muslim, Daud dan Ahmad. Wallahu a`lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar